Minggu, 26 Februari 2012

26 Februari 2012 - "SATU LAGI KESEMPATAN UNTUK MANUSIA DARI ALLAH!", Kejadian 9:8-17

Manusia diberikan satu lagi kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru dari awal. Kesempatan dari Allah tersebut seharusnya menjadi cambuk yang menyakitkan bagi kita. Betapa tidak, Allah yang telah kita kecewakan, malah melimpahkan semarak berkat-Nya. Allah tidak hanya memberi kesempatan, tetapi juga menitipkan ciptaan baru-Nya itu kepada kita. Sungguh suatu penghormatan yang luar biasa!

Perikop ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, yang memuat tentang mandat Allah kepada Nuh untuk menghuni, menguasai, dan memelihara bumi. Uraian ini tampaknya merupakan pengulangan tentang riwayat penciptaan. Pertama, perintah untuk memenuhi bumi dan janji Allah untuk membuat ciptaan lain tunduk kepada manusia, tepat seperti yang telah ucapkan Allah kepada Adam. Kedua, Allah memberi jaminan bahwa Ia akan mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Ketiga, Allah tetap mengklaim bahwa manusia adalah gambar Allah, merupakan penegasan ulang dari pasal 1:26-27. Manusia masih diberi kehormatan untuk menyandang gambar Allah.

Bagian kedua adalah ayat 8-17. Pada bagian ini, Allah memanggil segala makhluk hidup (ayat 9,10) untuk mengadakan perjanjian dengan Dia dalam alam ciptaan yang sudah dipulihkan. Isi perjanjian adalah bahwa Allah berjanji untuk tidak mendatangkan lagi air bah (ayat 11). Janji yang ditandakan dengan pelangi "busur" (ayat 12) ini mengandung pengertian bahwa seakan-akan Allah meletakkan senjata-Nya seraya mengumumkan damai. Pelangi melambangkan kasih pemeliharaan Sang Pencipta yang melingkupi (melengkung) di atas segala ciptaan.

Renungkan: Allah yang telah menjadikan kita, sekalipun kita menolak-Nya, masih tetap mengasihi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar