Minggu, 18 Desember 2011

18 Desember 2011 - "Allah yang Berpihak!", Lukas 1:39-45

Dalam kehidupan dan percakapan sehari-hari, kadang kita bisa rancu dalam mengartikan kata "adil". Adil sering diartikan sama dengan ketidakberpihakan yang samar. Padahal, dalam sepakbola misalnya, wasit yang adil adalah wasit yang berpihak kepada dan membela siapapun yang mengikuti peraturan, dan berpihak melawan siapapun yang melanggar. Contoh lainnya dapat kita lihat dari inkarnasi Yesus Kristus. Arti inkarnasi Kristus, seperti yang terulang-ulang di dalam seantero Kitab Suci, adalah merupakan keberpihakan Allah kepada manusia, sesuai dengan janji, perintah dan rencana-Nya yang adil dan pengasih. Lalu kepada siapa Allah berpihak?
Di dalam nas-nas sebelumnya, tampak bagaimana Allah memakai dan berpihak kepada seorang wanita tua yang tadinya mandul (juga 43), namun karena kehendak Allah, mengandung; dan seorang wanita muda---Maria---yang juga karena campur tangan Allah sendiri mengandung di luar nikah. Di pasal ini, Allah berpihak kepada Maria, karena ia percaya (ayat 45). Dampak dari keberpihakan Allah adalah Maria bergembira dan menganggap dirinya berbahagia.
Perbuatan-perbuatan besar-Nya, terutama melalui peristiwa Natal, membuktikan hal itu (ayat 47-49). Tetapi, tidak hanya kepada Maria saja. Nyanyian pujian Maria yang sarat dengan kutipan dan singgungan kepada nas-nas PL ini juga menyatakan bahwa Allah berpihak kepada mereka yang takut akan Dia (ayat 51), kepada orang-orang rendah (ayat 52), kepada orang-orang miskin (ayat 53), dan terakhir kepada Israel, yang disebut "hamba-Nya" (ayat 54-55). Karena itu, Allah memposisikan diri melawan orang-orang yang congkak dan angkuh (ayat 51), yang berkuasa (ayat 52), dan yang kaya (ayat 53).


Renungkan:
Bagi Kristen masa kini, keberpihakan Allah berimplikasi pada dua hal. Pertama, Allah terhadap umat-Nya: kita patut bersyukur dan memuliakan Allah, karena Allah yang adil itu aktif berpihak, mengerjakan rencanya-Nya bagi kita umat-Nya. Kedua, respons kita terhadap keberpihakan Allah: penting bagi kita untuk menunjukkan keberpihakan kita kepada Allah melalui hidup kita sehari-hari.

Minggu, 11 Desember 2011

11 Desember 2011 - Ayat Renungan


Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
Bahwasanya tuk selama-lamanya kasih setia-Nya

(Mazmur 118:1)

Minggu, 04 Desember 2011

4 Desember 2011 - KATA-KATA BIJAK UNTUK DIRENUNGKAN

Inginkanlah yang mudah,
tapi janganlah lupakan keharusanmu
untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.


Ingatlah, bahwa
...
Bukan pemberian yang mudah
yang akan memudahkan hidupmu,
tapi kemampuan yang menjadikanmu
pantas bagi pemberian-pemberian besar,
yang tidak mudah untuk didapat itu,
yang akan menjadikanmu
penegak kehidupan yang berjaya,
yang sejahtera dan berwenang.
.................................

Jika Anda sedang benar,
janganlah terlalu berani;
dan jika Anda sedang salah,
janganlah terlalu takut.
...
Saat Anda benar,
sesungguhnya Anda sedang mewakili kebenaran Tuhan.
Dan Tuhan tidak menyukai orang yang sombong.

Saat Anda salah,
sesungguhnya Anda sedang dituntun untuk benar.
Berbesar-hatilah, karena Tuhan bersama Anda.

Keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan menuju keberhasilan.

MT